BEKACITIZEN

Cara Kami Menghadapi COVID-19

Oleh: Nenden Komariah, S.Pd (Guru SMPN 7, Tambun Selatan)

COVID-19 (corona virus disease 2019) tengah melanda dunia abad 21 ini.

Bermula dari Wuhan, China. Menyebar ke seluruh dunia. Lewat tubuh manusia yang tertular virus tersebut.

Penyakit ini hampir sama dengan influenza. Di saat orang bersin atau batuk, virus corona langsung menempel di tubuh orang lain yang masih sehat.

Perversions dengan influenza adalah panas tubuh orang yang terkena COVID-19 sangat tinggi. Diikuti dengan kesulitan bernafas yang berujung kematian.

Kota  Wuhan seketika menjadi kota mati karena penduduknya banyak yang meninggal secara mendadak.

Pemerintah Tiongkok pun melakukan lockdown untuk Wuhan dan sejumlah kota di Provinsi Hubei.

Aktivitas warga terkunci. Hanya bisa berdiam diri di rumah. Hanya akses internet yang bisa menghubungkan komunikasi satu sama lain.

Mengapa dapat tersebar ke negara lain dengan cepat?  Virus ini memerlukan media untuk penyebarannya. Tubuh manusia salah satu media penyebarannya.

Apalagi jika sesorang pernah mengunjungi daerah yang terkena wabah corona. Saat kembali ke negara asal, sangat memungkinkan orang tersebut terpapar.

Berdasarkan www.worldometers.info/coronavirus, kasus COVID-19 terbesar ada di Amerika Serikat (AS). Per Jumat 27 Maret 2020, tercatat ada 85.594 kasus, 1.300 kematian, 1,868 sembuh.

Angka kasus di AS ini melebihi jumlah kasus Covid-19 di China. 81.340 kasus, 3.292 kematian, 74.588 sembuh.

Italia tercatat pemegang rekor tertinggi kematian Covid-19. Ada 80.589 kasus, 8.215 kematian, 10.361 sembuh.

Di Indonesia korban  COVID  19 tidak boleh dimakamkan layaknya orang yang meninggal seperti biasanya.

Mereka tidak boleh dimandikan atau tersentuh tubuh manusia lain yang masih hidup.

Sungguh kasihan  tubuh mereka dimakamkan bersama pakaian yang mereka kenakan saat itu dengan dibungkus kantong plastik khusus mayat.

Bahkan pemerintah  Arab Saudi bertindak cepat menutup pintu masuk ke negaranya dari kedatangan bangsa lain, meskipun untuk  ibadah  umroh dan  haji dengan  batas waktu yang belum ditentukan sampai COVID 19 hilang  dari  muka bumi.

Bagaimana dengan negara Indonesia Presiden Indonesia telah mengambil langkah yang sama dengan negara lain yaitu meliburkan para pekerja dan pelajar untuk melakukan aktivitas di luar rumah.

Masyarakat  wajib melakukan aktivitas pekerjaan kantor dan proses belajar mengajar dirumah melalui fasilitas internet.

Masyarakat diminta selalu menggunakan masker dan menjaga jarak  dengan orang lain di luar rumah.

Pemerintah juga melarang segala aktivitas berkumpul di luar rumah, termasuk beribadah jamaah di tempat ibadah. Aktivitas ibadah sebaiknya dilakukan di dalam rumah

Pemerintah juga gencar melakukan penyemprotan disinfektan untuk fasilitas umum, seperti sekolah, pasr, terminal, stasiun dan lainnya.

Masyarakat wajib menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan selalu mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir atau cairan handsanitizer.

Masyarakatpun melakukan pencegahan di lingkungan rumah mereka yang dipimpin oleh ketua Rt masing- masing.

Seperti yang baru – baru ini dilakukan di wilayah kami dimana warganya turun tangan membuat cairan disinfektan sendiri untuk mematikan virus yang menempel di pohon atau di rumah warga, yaitu campuran cairan pembersih lantai.

Semoga COVID-19 segera berakhir agar kami semua bisa beraktivitas seperti biasanya. Aamiin. (*)

Tags
Close