Bawaslu Gandeng Perguruan Tinggi

Ketua Bawaslu Kabupaten Bekasi, Saiful Bahri

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bekasi membuat Memorandum Of Understanding (MoU) dengan beberapa perguruan tinggi. MoU itu dilakukan dalam rangka menguatkan kelembagaan Bawaslu di dunia pendidikan, menjelang pemilu 2024. Selain itu, MoU juga dilakukan kepada lembaga Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), dan sejumlah lembaga lainnya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bekasi, Saiful Bahri mengatakan kegiatan yang saat ini terus berjalan yakni sosialisasi pengawasan partisipatif, dan pengawasan daftar pemilih berkelanjutan. Untuk sosialisasi pengawasan partisipatif yang sudah dilakukan, salah satunya Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP), membuat MoU dengan lembaga Peradi, dan beberapa perguruan tinggi.


Kata Saiful, untuk Mou dengan perguruan tinggi ini diharapkan bisa melibatkan perguruan tinggi dalam rangka pelaksanaan, baik sosialisasi, pengawasan, maupun pencegahan. Artinya, tidak hanya sebagai pemilih pemula saja.

“MoU itu pada posisi dalam rangka menguatkan kelembagaan Bawaslu di dunia pendidikan. Intinya, partisipasi perguruan tinggi kita rangkul, konteksnya itu pada posisi pemilih pemula. Kita juga berharap, mahasiswa ini kita libatkan dalam pengawasan partisipatif,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Minggu (19/12).


Sementara untuk pengawasan daftar pemilih berkelanjutan, dirinya menyampaikan terus mengalami penambahan, walaupun ada beberapa yang harus dicoret, karena meninggal dunia dan sebagainya. “Jumlah daftar pemilih berkelanjutan sampai bulan November sebanyak 2.039.484,” ucapnya.

Selain itu, dalam rangka pelaksanaan pemilu 2024, Saiful menuturkan Bawaslu sedang mempersiapkan rekrutmen panitia ad hoc. Pasalnya, apabila estimasi pemilu pada bulan Februari atau Mei, tahapan akan dimulai tahun 2022. Hal itu sesuai aturan di undang-undang, bahwa tahapan pemilu dimulai 20 bulan sebelum pelaksanaan.

“Bawaslu sedang menyiapkan pelaksanaan pemilu 2024. Salah satunya adalah mempersiapkan rekrutmen panitia ad hoc. Karena tahun depan sudah mulai tahapan, kalau seandainya tidak ada perubahaan,” jelasnya. (pra)