Kapolres Bakal Tindak Tegas Calo Hotel Karantina

PANTAU: Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Gidion Arif bersama jajarannya mengendarai sepeda saat memantau pelaksanaan vaksinasi anak, Sabtu (15/1). KARSIM PRATAMA/RADAR BEKASI

CIKARANG PUSAT – Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Gidion Arif menyampaikan, bahwa pihaknya bakal menindak tegas terhadap calo maupun oknum tidak bertanggung jawab yang berupaya mengambil kesempatan dengan menawarkan hotel sebagai tempat karantina kesehatan dengan biaya khusus kepada masyarakat sebagai pelaku perjalanan luar negeri.

“Kalau ada calo, ada tindak pidana yang berkaitan pelanggaran kita tindak. Kita komit bersama Satgas, Dinas Kesehatan, dan pihak hotel, sudah kita tekankan betul,” ujar Kapolres.


Hal itu dikatakan Kapolres setelah memantau pelaksanaan vaksinasi anak di SDIT Atssurayya Cikarang Utara dan MI Siraajul Ummah Karang Bahagia Kabupaten Bekasi, Sabtu (15/1). Bersama jajarannya, Kapolres memantau kegiatan itu mengendarai sepeda dengan jarak tempuh sejauh 10 kilometer.

Diketahui, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mewajibkan pelaku perjalanan luar negeri untuk melakukan karantina kesehatan 7 x 24 jam. Kebijakan itu tertuang dalam SK KaSatgas No 3 Tahun 2022 tentang Pintu Masuk (Entry Point), Tempat Karantina dan Kewajiban RTPCR Bagi Warga Negara Indonesia Pelaku Perjalanan Luar Negeri.


Di Kabupaten Bekasi, Satgas setempat menyiapkan empat hotel sebagai lokasi karantina kesehatan. Yakni Sahid Jaya Lippo Cikarang, Nuanza Hotel, Java Palace, dan GTV Hotel.

Hingga saat ini, keempat hotel tersebut belum terisi. “Ada empat tempat karantina, itu sudah sesuai SOP, langsung berkoordinasi dengan Satgas Pusat, hanya memantau kedatangan dan pengeluaran, harus sesuai SOP. Sampai sekarang belum ditemukan itu,” jelasnya.

Diakui, pihaknya menemukan aksi calo maupun orang tak bertanggung jawab tersebut. Terlebih, Polri telah memiliki aplikasi Monitoring Karantina Presisi untuk melakukan pengawasan secara lebih ketat terhadap pelaku perjalanan luar negeri yang baru kembali dan harus melakukan proses karantina.

Terkait vaksinasi, Kapolres menyampaikan, bahwa pihaknya menyiapkan puluhan ribu dosis yang disebar ke setiap polsek di wilayah setempat. Vaksin tersebut guna mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka 100 persen.

“Ini Vaksinasi Merdeka Anak, setiap hari kita 10 ribu se-Kabupaten Bekasi. Anak-anak putus sekolah maupun jalanan juga menjadi objek vaksin, tapi fokusnya anak untuk pembelajaran tatap muka,” pungkasnya. (pra)