Digislamic 2.0: Selangkah Lebih Maju Menuju Customized Learning

Peserta didik sedang belajar dengan gawai yang terinstal Digislamic. YAYASAN AL MUSLIM

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejak mencanangkan sebagai sekolah digital yang islami atau Digislamic School, Al Muslim terus berbenah dalam berbagai aspek. Salah satu aspek penting yang dikembangkan adalah sistem Digislamic. Digislamic dirancang pada 2018 dengan tujuan sebagai sebuah solusi pola pendidikan sesuai kemampuan, keunikan, dan kebutuhan peserta didik di masa depan (customized learning). Dengan adanya digitalisasi, semua data (akademis dan nonakademis) dapat diolah dengan Artificial Intelligence (AI) untuk digunakan sesuai kebutuhan sekolah.

Dalam roadmap-nya, Digislamic dibagi dalam 3 (tiga) tahap utama. Masing-masing tahapan memiliki fokus pengembangan yang berbeda. Tahap pertama Digislamic (Digislamic 1.0) dilaksanakan pada tahun 2020 – 2022 dengan fokus digitalisasi. Pada tahap ini dilakukan peningkatan kompetensi digital para stakeholder sekolah. Peningkatan literasi digital melalui berbagai pelatihan, sosialisasi, serta pembagian gawai bagi guru dan peserta didik.


Tahap kedua Digislamic (Digislamic 2.0) mulai tahun 2022 – 2025 berfokus pada Intelligence – personalization. Pada tahap ini diaplikasikan berbagai teknologi untuk meningkatkan kemampuan. Akan banyak teknologi masa kini yang relevan dengan pendidikan untuk diaplikasikan dalam Digislamic. Di antara berbagai teknologi tersebut terdapat Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), Mixed Reality (MR), dan yang sedang populer saat ini gabungan dari semuanya yaitu metaverse. Masuk ke metaverse bukan hal yang mustahil di dunia pendidikan. Sudah ada contoh sekolah yang memanfaatkan metaverse dalam proses belajar mengajar. Hampir semua bidang saat ini juga masuk ke metaverse karena berbagai alasan. Semua yang bisa dilakukan di dunia nyata hampir semua dapat dilakukan di dunia metaverse.

Tahap ketiga Digislamic (Digislamic 3.0) mulai tahun 2025 – Humanizations, merupakan teknologi yang semakin dekat dengan manusia. Dalam hal ini yang dimaksud adalah pendidikan dengan teknologi yang semakin dekat dengan peserta didik. Entah kapan dan bentuknya seperti apa kita belum tahu, tetapi ini sudah menjadi bagian dari perencanaan atau Roadmap Digislamic.


Setiap perubahan pasti ada tantangan menghadang. Perubahan terberat adalah pada sumber daya manusia, dalam hal ini adalah mindset. Dalam berbagai kesempatan Digislamic sering dibandingkan dengan LMS (Learning Management System), padahal Digislamic itu bukan LMS, melainkan sebuah environment yang jauh lebih lengkap dari sekadar LMS. LMS hanyalah satu dari puluhan modul yang ada di Digislamic. Dengan semangat “Forwarding Growth Mindset, Yayasan Al Muslim terus meningkatkan diri untuk menjadi lembaga pendidikan terbaik dan unggul yang menjadi pilihan utama masyarakat. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Yayasan Al Muslim, Anda dapat mengunjungi laman https://almuslim.sch.id, melalui media sosial Facebook, Instagram @almuslimtambun, atau WhatsApp ke ALVIRA (Al Muslim Virtual Assistant) di nomor 0838.7500.2000. (ITry)