Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNISMA Akhiri Gebyar Kuliah Kerja Nyata

GEBYAR KKN: Mahasiswa UNISMA Bekasi menjajakan produk makanan saat Gebyar KKN di wilayah Karawang. ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi mengakhiri Gebyar Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Karawang.

Kegiatan bertajuk “Pengembangan Desa Wisata dan Digital Marketing di Kecamatan Batujaya dan Kutawaluya” ini berlangsung selama satu bulan sejak 22 Agustus-22 September 2022.


“Suatu hal yang membanggakan melihat anak-anak kami (peserta mahasiswa KKN,Red) hadir memperlihatkan hasil produk-produk KKN mereka. Mulai dari banyaknya varian produk makanan dan minuman, pelatihan digital marketing, hingga pembuatan profil desa (logo desa Sumberjaya,Red), serta upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang stunting,” ujar Rektor UNISMA Bekasi Hermanto.

Gebyar KKN merupakan suatu bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar implementasikan antara teori atau ilmu di kelas dengan praktik sesungguhnya di masyarakat.


Menurut Hermanto, masalah sosial sebetulnya jauh lebih kompleks dari teori.”Tantangan bagi mahasiswa peserta KKN adalah bagaimana kolaborasi lintas ilmu, mencari solusi masalah sosial yang dihadapi. Untuk itu ada pendampingan dari dosen pembimbing lapangan serta dosen reviewer. Bismillah yang sudah dilakukan mahasiswa KKN bermanfaat bagi masyarakat dan alhamdulillah tadi juga dapat respon positif dari Kades dan Bappeda Karawang,” tuturnya.

Sementara, Kepala Sub Direktorat Pengembangan Masyarakat LPPM UNISMA Bekasi Hasan Basri menjelaskan, program KKN ini diikuti sebanyak 503 peserta yang terdiri dari 18 kelompok. Peserta merupakan mahasiswa KKN dari seluruh program studi yang ada di UNISMA Bekasi.

Program KKN tersebar di beberapa dusun kecamatan Batujaya dan Kutawaluya Karawang. “Dalam penyelenggaraan KKN mahasiswa di kota lumbung padi ini, LPPM UNISMA Bekasi dengan pemerintah Kabupaten Karawang termasuk di dalamnya Bappeda serta Kades Karawang sudah mengadakan Forum Group Discussion (FGD) terlebih dahulu. Sehingga diputuskan sebanyak 503 siswa akan mengikuti KKN,” terangnya.

Lebih lanjut, Kepala LPPM UNISMA Bekasi Siti Nurhidayah menambahkan, selain pameran dari berbagai hasil produk mahasiswa KKN, acara yang sama juga terselenggara yaitu berupa kegiatan bakti sosial berupa pembagian 60 paket sembako untuk masyarakat dan pemberian bantuan pembangunan masjid serta penanaman 1.000 bibit mangrove saat penutupan kegiatan.

“Untuk produk sebenarnya sangat beragam ya, untuk disini memang kebanyakan produk makanan, tapi ada juga berupa pelatihan digital marketing lebih ke softskill masyarakat berjualan di e-commerce atau web. Kemudian ada juga hasil KKN nya berupa desain logo seperti untuk logo desa Segarjaya ini. Kemudian, alhamdulillah untuk bakti sosial juga kolaborasi dengan CSR PT Utama Migas Jabar. Terakhir juga ada bantuan untuk dua masjid di Desa segarjaya dari UNISMA Bekasi,” tuturnya.

Selanjutnya, laporan dari KKN ini nantinya tidak hanya berbentuk laporan semata. Melainkan juga diberikan dalam bentuk jurnal ilmiah, video dokumentasi platform Youtube, serta berita.

“Ya setiap mahasiswa dan kelompoknya akan membuat laporan berupa jurnal ilmiah, video publikasi, maupun berita publikasi. Semua ini kami lakukan sebagai upaya mewujudkan tema besar yaitu, pengembangan desa wisata dan digital marketing. Semakin banyak publikasi mudah-mudahan mendorong pengembangan desa Batujaya dan Kutawaluya,” terangnya. (dew)