Pendidikan

Bosan Sistem Kuliah Daring

Radarbekasi.id – Sejumlah mahasiwa dari perguruan tinggi swasta di Kota Bekasi mengaku bosan dengan sistem kuliah daring yang dilaksanakan karena pandemi Covid-19.

Mahasiswa STMIK Bani Saleh Topan mengungkapkan, kuliah daring sangat berbeda dengan tatap muka. Ia kesulitan dalam memahami materi yang diberikan oleh dosen.

“Jujur aja bosan banget harus belajar online terus, bener-bener gak fokus karena keadaan rumah gak selalu kondusif,” ujarnya kepada Radar Bekasi Selasa, (4/8).

Jaringan internet yang tidak stabil membuat interaksi dengan dosen sangat terbatas. Padahal dalam perkuliahan, perlu banyak diskusi.

“Diskusi terbatas karena halangan internet, yang niatnya ingin bertanya banyak. Karena internet ngadat-ngadat jadi males dan ujung-ujungnya nerima materi seadannya banget,” katanya.

Hal senada diungkapkan mahasiswa STIE Tri Bhakti Kota Bekasi Putri Az Zahra. Menurutnya, banyak penjelasan materi yang kurang dipahami selama kuliah daring.
“Mungkin dari sistem pengajaran dari dosennya yang hanya memanfaatkan google classroom dan google meet. Tapi secara garis besar menurut saya kurang aja jika dibandingkan pembelajaran secara langsung,” ungkapnya.

Meskipun kuliah daring tak memerlukan banyak biaya seperti ongkos untuk ke kampus karena dilakukan dari rumah, Putri menegaskan kuliah daring tak maksimal.

“Jujur aja selama belajar daring cuma biaya kuota yang dikeluarin, kita gak ngeluarin uang buat ke kampus dan ngeprint segala rupa macam tugas. Tapi balik lagi ilmu yang disampaikan secara daring tidak akan semaksimal pembelajaran tatap muka,” pungkasnya.(dew)

Close