77 Karyawan Positif Covid-19

POSTIF COVID-19 : Petugas kesehatan melakukan tes usap kepada buruh pabrik di kawasan industri MM2100 Cibitung Kabupaten Bekasi, Kamis (3/12) lalu. Hasil swab massal itu, sebanyak 77 buruh positif terkonfirmasi Covid-19. ARIESANT/RADAR BEKASI
POSTIF COVID-19 : Petugas kesehatan melakukan tes usap kepada buruh pabrik di kawasan industri
MM2100 Cibitung Kabupaten Bekasi, Kamis (3/12) lalu. Hasil swab massal itu, sebanyak 77 buruh positif
terkonfirmasi Covid-19. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sebanyak 77 dari 2.200 karyawan yang melaksanakan swab PCR massal di Kawasan MM2100, Kamis (3/12) lalu, terkonfirmasi Covid-19. Hal itu diketahui, setelah hasil swab PCR tersebut keluar, Selasa (8/12) kemarin.

“Kami sudah melaksanakan swab PCR kepada karyawan di 70 perusahaan, dengan jumlah 2.200 ratus. Hasilnya, sebanyak 77 karyawan terkonfirmasi positif,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah kepada Radar Bekasi, saat ditemui di Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi.


Pemeriksaan swab PCR massal ini merupakan tahap awal dari beberapa rencana Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi. Kata Alamsyah, karyawan yang terkonfirmasi Covid-19 tersebar dari berbagai daerah. Mulai dari Kota Bekasi, DKI Jakarta, dan beberapa daerah lainnya.”Karyawan yang terkonfirmasi positif itu berasal dari beberapa daerah, tapi setengahnya warga Kabupaten Bekasi,” tuturnya.

Dirinya menuturkan, karyawan yang berasal di Kabupaten Bekasi sudah dilakukan isolasi terpusat di Hotel Ibis, Jababeka. Sedangkan untuk karyawan yang berasal dari luar Kabupaten Bekasi, akan di isolasi di daerahnya masing-masing. “Mereka (karyawan) semuanya sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG),” ucapnya.


Dia mengaku, akan dilakukan tracking, bagi orang yang kontak erat dengan 77 karyawan tersebut.Tracking akan dilakukan di tempat tinggalnya masing-masing, dan selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan (swab PCR).

Selain itu, Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi juga akan mendatangi perusahaan dari 77 karyawan yang terkonfirmasi Covid-19. Kedatangan tersebut untuk melihat bagaimana penerapan protokol kesehatan (prokes) di perusahaan tersebut.”Karena ini OTG, makanya baru ketahuan. Kedepannya kita akan melihat kembali ke perusahaan, seperti apa prokes yang sudah ada. Kami dibawah kordinasi Dinas Perindustrian,” bebernya.

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi ini menegaskan, swab PCR massal kepada karyawan ini akan kembali dilaksanakan. Namun sayangnya, untuk tempatnya dimana sampai sekarang belum bisa ditentukan.”Karena target kita swab PCR massal ini sampai 12 ribu, nanti akan dilaksanakan dibeberapa kawasan industri,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Mohamad Nuh mengaku, mendukung rencana satgas untuk mendatangi perusahaan yang karyawannya terkonfirmasi positif. Namun kedatangan tersebut jangan terkesan menakut-nakuti, karena hanya mau melihat prokes yang sudah diterapkan.

“Ya memang perlu dateng ke perusahaan, tapi konteksnya membantu, menguatkan mekanismes SOP di perusahaan tersebut. Bukan sekedar seremonial. Tentunya, orang yang terkonfirmasi positif harus terus bergembira, jangan merasa dikucilkan, dijauhi, maupun yang lainnya. Karena mekanisme memang seperti itu,” ungkapnya. (pra)