Bisnis

Konsumsi Perta Series di 5 Kabupaten dan Kota Jawa Barat Meningkat

Industri Otomotif Tidak Anjurkan Penggunaan Premium
ISI: Pengendara mengisi BBM di SPBU Pertamina Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi. Dok/Radar Bekasi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – PT Pertamina (Persero) melalui Regional Jawa Bagian Barat mencatat peningkatan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Perta Series (Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo) di lima kota dan kabupaten di Provinsi Jawa Barat, setelah Program Langit Biru (PLB) berjalan sekitar lebih dari dua bulan sejak 12 November 2020 lalu.

Unit Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan, mengatakan pihaknya mencatat peningkatan konsumsi BBM dengan angka oktan tinggi di Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi. Hal ini menunjukkan kepedulian masyarakat Jawa Barat akan hadirnya kualitas udara yang lebih bersih.

“Hal ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat di Jawa Barat yang sudah tergerak untuk menerapkan penggunaan energi yang lebih bersih, guna meningkatkan kualitas udara dan lingkungan,” ujar Eko, dalam keterangan tertulisnya.

Peningkatan konsumsi Perta Series terjadi di wilayah Kabupaten Cianjur. Tercatat konsumsi Pertalite (RON 90) meningkat sekitar 26 persen dibandingkan rata-rata konsumsi normal harian yaitu lebih dari 250 KL (Kiloliter). Sedangkan konsumsi Pertamax (RON 92) turut mengalami peningkatan lebih dari 20 persen dibandingkan rata-rata konsumsi normal harian yaitu lebih dari 40 KL. Untuk konsumsi Pertamax Turbo (RON 98) juga meningkat cukup signifikan hingga lebih dari 60 persen, dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal yaitu sekitar 2 KL.

Pertamina turut mencatat peningkatan konsumsi Perta Series di wilayah Kota Bekasi, dimana konsumsi Pertamax tercatat meningkat sekitar 20 persen dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal yaitu lebih dari 120 KL. Sedangkan konsumsi Pertamax Turbo, turut mengalami peningkatan lebih dari 100 persen dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal yaitu hampir 5 KL.

Untuk wilayah Kabupaten Bekasi, Pertamina mencatat peningkatan konsumsi Pertalite sebesar 19 persen dibandingkan rata-rata konsumsi normal harian sekitar lebih dari 500 KL.  Sedangkan di wilayah Kabupaten Bogor, konsumsi Pertalite turut mengalami peningkatan sekitar 1 persen dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal yaitu sekitar 1.000 KL.

Selain peningkatan konsumsi Perta Series, Eko menjelaskan pihaknya turut mencatat tren penurunan konsumsi harian BBM jenis Premium (RON 88) yang cukup signifikan di wilayah Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi pada (11/1), dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal Premium pada periode sebelum dimulainya PLB.

Konsumsi Premium di Kota Bekasi turun 51 persen atau sekitar 80 KL, dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal yakni lebih dari 150 KL. Sedangkan di wilayah Kabupaten Bekasi, Premium mengalami penurunan hingga 71 persen atau sekitar 140 KL, dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal sekitar 200 KL.

Tren yang sama terjadi di wilayah Kabupaten Bogor, dimana penurunan tercatat hingga 79 persen atau sekitar 260 KL, dari rata-rata konsumsi harian normal yaitu lebih dari 320 KL. Serta di Kabupaten Sukabumi, dimana konsumsi Premium turun cukup signifikan hingga 81 persen atau sekitar 45 KL, dari rata-rata konsumsi harian normal yaitu lebih dari 50 KL.

Pertamina mengapresiasi masyarakat yang sudah beralih menggunakan dan merasakan langsung keunggulan dan kualitas dari BBM dengan angka oktan tinggi, yaitu Perta Series.

“Apresiasi bagi masyarakat yang sudah beralih ke BBM yang lebih ramah lingkungan. Semoga kualitas lingkungan, khususnya udara di wilayah Jawa Barat semakin bersih seiring dengan peningkatan penggunaan BBM yang berkualitas dan rendah emisi,” pungkas Eko. (oke)

Related Articles

Error, no group ID set! Check your syntax!
Back to top button