Berita UtamaPolitik

Gerindra Godok Tiga Kader

Persiapan Pilbub Kabupaten Bekasi 2022

Dari kiri : Obon Tabroni,  Putih Sari, BN Holik Qodratullah
Dari kiri : Obon Tabroni, Putih Sari, BN Holik Qodratullah

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah partai politik mulai ancang-ancang menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kabupaten Bekasi pada tahun 2022 mendatang. Seperti DPC Gerindra Kabupaten Bekasi yang sudah melakukan seleksi dan penilaian terhadap kader terbaiknya.

Sekretaris DPC Gerindra Kabupaten Bekasi, Ridwan Arifin mengaku, sampai saat ini ada tiga kader partai yang namanya mencuat dipermukaan, sebagai kandidat bupati maupun wakil bupati pada kontestasi Pilkada kabupatenm Bekasi. “Tiga kader yang kini namanya muncul dipermukaan yakni, Obon Tabroni, Putih Sari, dan BN Holik Qodratullah,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Rabu (27/1).

Untuk diketahui, ketiga nama tersebut sekarang berada di parlemen, baik ditingkat daerah maupun pusat. Seperti, Obon Tabroni dan Putih Sari kini sebagai anggota DPR RI. Sedangkan BN Holik Qodratullah, menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bekasi.

Pria yang akrab disapa Iwang ini mengatakan, seluruh kader baik yang ada di parlemen maupun diluar, akan menilai ketiga nama tersebut, sebelum diusulkan untuk menjadi salah satu kandidat pada kontestasi pemilihan orang nomor satu di Kabupaten Bekasi ini. Walaupun memang, sejauh ini ada beberapa nama lainnya.

“Ada nama-nama lainnya, tapi tidak sekuat tiga nama itu. Ini belum pasti, tapi untuk sekarang tiga nama itu yang muncul dipermukaan. Tinggal nanti, kita tanya ulang ke kader-kader diparlemen maupun diluar,” ungkapnya.

Untuk menentukan siapa yang akan terpilih nantinya, lanjut Iwang, akan menjadi kewenangan dari DPP partai. Tentunya, atas usulan yang diberikan oleh DPC. Diharapkan, DPP punya ukuran tersendiri dalam menentukan pilihan, sehingga bisa sesuai kebutuhan masyarakat.”Paling kita menunggu keputusan dari DPP, siapa diusulkan untuk bertarung dalam Pilkada Bekasi. Tentu atas rekomendasi yang diberikan oleh DPC,” jelasnya.

Dirinya menegaskan, pada kontestasi Pilkada, figur kandidat dan koalisi partai, menjadi sesuatu yang sangat penting, karena dengan begitu bisa melihat kemungkinan menang. Pasalnya dia menilai, berkoalisi dengan partai besar tidak jaminan menang pada Pilkada. “Kita banyak belajar dari Pilkada sebelumnya, karena misalkan berpasangan dengan partai besar, tapi potensi menangnya sedikit, sayang waktu. Itu sangat penting,” tukasnya.

Sebagai partai yang mengoleksi sebelas kursi DPRD Kabupaten Bekasi, semua kader bertekad akan mengusulkan calon bupati maupun wakil bupati, dari partai sendiri pada kontestasi Pilkada mendatang. “Kalau pilihan internal partai, kita ingin dari kader sendiri. Entah B1 maupun B2,” ungkapnya.

Sementara itu,  Anggota DPR RI, Obon Tabroni, tidak mau berkomentar banyak perihal namanya yang ramai dipermukaan sebagai salah satu kandidat dalam kontestasi Pilkada Bekasi. Dia mengaku saat ini sedang fokus menjalankan tugasnya sebagai anggota DPR RI. “Saya masih konsen ini saja dulu, karena persoalan masih banyak. Kemudian di DPR RI juga baru satu tahun, masih banyak persoalan yang belum terselesaikan,” ungkapnya.

Pria yang pernah mengikuti kontestasi Pilkada Bekasi pada 2017 lalu melalui jalur independent ini mengaku, belum memikirkan kearah sana, terlebih pelaksanaannya yang masih lama. Dalam hal ini, apabila draf undang-undang pemilu Pilkada disahkan, pelaksanaan akan berlangsung pada tahun 2022 mendatang. Artinya, masih satu tahun lagi.”Persoalan kearah Pilkada, masih belum berfikir kearah sana, yang penting tugas-tugas, pekerjaan saya kelarin dulu,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, BN Holik Qodratullah. Menurutnya, sebagai Ketua DPRD, dirinya akan berbuat atau bekerja semaksimalkan untuk kemaslatan masyarakat Kabupaten Bekasi.”Saya belum berfikir untuk mencalonkan diri dan sebagainya. Yang jelas, saat ini posisi saya sebagai Ketua DPRD akan berbuat atau bekerja semaksimalkan untuk kemaslatan masyarakat,” tuturnya.

Kendati demikian, dirinya mengaku, akan siap maju sebagai salah satu kandidat dalam kontestasi Pilkada Bekasi, apabila partai merekomendasikan namanya. “Sebagai kader partai, ketika nama saya direkomendasikan, ia harus siap. Ini amanat partai yang tentunya akan ada penilaian pada waktunya,” ucapnya.  (pra)

Related Articles

Error, no group ID set! Check your syntax!
Back to top button