InternasionalMenembakOlahraga

Sejarah Baru Tercipta, Petembak Indonesia Lolos Olimpiade Tokyo

Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba dipastikan memetik tiket Olimpiade Tokyo 2020.

RADARBEKASI.ID, NEW DELHI – Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba mencatat prestasi impresif. Dia menjadi satu-satunya petembak Indonesia yang akan tampil pada Olimpiade Tokyo yang akan berlangsung pada 23 Juli sampai 8 Agustus mendatang.

Pada usianya yang saat itu masih 18 tahun, Vidya berhasil menyegel tiket Olimpiade Tokyo untuk nomor 10 meter rifle. Ini berdasarkan hasil yang dia catatkan dalam Asian Shooting Championships 2019 di Doha, Qatar.

 

Saat itu, Vidya memang gagal mencapai final dan hanya mampu finis pada urutan ke-14 babak kualifikasi. Namun, skor 625,4 yang dikumpulkan Vidya dalam ajang tersebut, berhasil melampaui limit skor kualifikasi Olimpiade yang telah ditetapkan Federasi Olahraga Menembak Internasional (ISSF), yakni 625.

Lolosnya Vidya ke Olimpiade Tokyo menjadi sejarah baru dalam cabang olahraga menembak Indonesia. Sebab, sebelum ini, tidak pernah ada petembak Indonesia yang mampu lolos kualifikasi Olimpiade. Sebab, cabang menembak Indonesia biasanya cuma mendapatkan jatah wildcard.

Tak hanya itu, atlet kelahiran 27 Mei 2001 itu juga diperkirakan bakal menjadi petembak pertama Indonesia yang berlaga di Olimpiade setelah dalam empat edisi sebelumnya, para petembak Merah Putih absen.

Dalam persiapan menuju Tokyo, yang tertunda satu tahun akibat pandemi Covid-19, praktis, Vidya pun tidak bisa menjalani kejuaraan pemanasan. Sebab, pandemi memaksa penundaan dan pembatalan turnamen.

Perempuan berusia 20 tahun itu baru bisa ikut uji coba internasional dalam Piala Dunia menembak ISSF World Cup 2021 di New Delhi, India pada 15-26 Maret lalu. Saat itu, dia meraih medali perunggu setelah menempati posisi ketiga pada nomor beregu 50 meter rifle three positions putri bersama Audrey Zahra dan Monica Daryanti.

Sementara itu, pada nomor individu 10m air rifle, Vidya menempati peringkat kesembilan dengan skor akhir 627,8.

Petembak peringkat 23 dunia itu selanjutnya akan menjajal kemampuannya dalam ISSF World Cup Rifle Pistol di Kroasia, 20 Juni- 3 Juli. Pasca kejuaraan itu, dia akan terbang ke Tokyo. Turnamen terakhir tersebut dimanfaatkan Vidya untuk merasakan atmosfer pertandingan Olimpiade sekaligus menentukan strategi. Sebab, para petembak elite dunia juga ikut ambil bagian.

“Saya tidak mematok target medali untuk penampilan di Kroasia. Di sana saya ingin menambah jam terbang sehingga saya bisa lebih siap saat tampil di Olimpiade” kata Vidya dikutip Antara.

Sementara itu, Pengurus Besar Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (PB Perbakin) menargetkan Vidya Rafika bisa mencapai final di Olimpiade 2020 Tokyo.

Sekretaris Jenderal PB Perbakin Firtian Judiswandarta mengatakan target tersebut sudah sesuai perhitungan. Yakni setelah melihat skor yang dicatatkan Vidya dalam sesi latihan yang kerap menyaingi skor petembak kelas dunia.

“Perbakin menargetkan Vidya di Olimpiade itu adalah masuk di final. Karena final delapan besar ini nanti skornya menjadi 0 semua. Dan atlet yang sudah mempersiapkan dirinya dengan mental yang kuat itulah, yang bakal menjadi juara di final nanti,” kata Firtian, 15 Juni lalu.

“Perhitungan kami menembak ini olahraga terukur jadi kami bisa mengukur sejauh mana Vidya bisa masuk final. Karena skor dia itu sudah skor kelas dunia, jadi kesempatan dapat tiket ke final itu cukup besar,” sambung dia.

Terkait dengan persiapan Vidya ke Tokyo, Firtian mengatakan para atlet telah didampingi psikolog demi menjaga kondisi mentalnya sehingga bisa tampil rileks saat bertanding di Olimpiade nanti.

Ada beberapa pelatihan yang telah diberikan. Salah satunya adalah imagery training yang merupakan teknik untuk membantu atlet memvisualisasikan kegiatan yang akan dilakukan sebagai upaya untuk mempersiapkan mental bertanding.

“Psikolog, memang setiap atlet selalu didampingi terutama untuk melakukan imagery training, membayangkan mereka sudah berada di Olimpiade. Fungsinya untuk mengurangi tekanan atlet,” kata dia.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan bahwa target yang ditetapkan kepada Vidya cukup dapat dipahami. Sebab, dia minim pengalaman bertanding dalam kejuaraan sekelas Olimpiade.

“Memang di Olimpiade Tokyo itu kami sudah berhitung secara realistis, dan itu sudah sesuai dengan yang dilaporkan,” kata Zainudin.

“Kami sudah menghitung peluang mana yang besar ataupun sedang, dan ada juga yang dipersiapkan untuk ke Olimpiade 2024 Paris. Vidya memang masih sangat muda dan harapan ke depannya masih sangat besar buat Vidya. Tentu berbeda dengan target-target untuk bulu tangkis dan angkat besi,” kata Menpora. (jpc)

Related Articles

Back to top button