Berita UtamaPendidikan

Asah Kreativitas Anak di Masa Pandemi Lewat Lomba Kreasi Media

LOMBA: Brand Susu Steril Tujuh Kurma bersama HIMPAUDI menggelar Lomba Kreasi Media. ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sudah lebih dari satu tahun Pandemi Covid-19 melanda Indonesia dan seluruh dunia. Pandemi yang semakin hari kian tak mereda membuat aktivitas masih dibatasi seperti halnya dalam kegiatan belajar mengajar.

Meskipun metode pembelajaran dilakukan secara daring, para guru atau pengajar pun tetap dituntut untuk lebih kreatif agar terciptanya metode pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.

Keberadaaan dan dukungan orang tua dalam mendampingi anak saat sedang belajar di rumah sangat dibutuhkan agar anak bisa belajar dengan baik dan benar. Selain itu belajar secara daring yang didampingi oleh orang tua juga secara tidak langsung dapat membantu peran guru atau pengajar dalam mempraktikkan metode pembelajaran yang telah diberikan.

Brand Susu Steril Tujuh Kurma bersama Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (HIMPAUDI) sudah banyak melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mengedukasi dan mendukung komunitas pengajar dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan untuk diterapkan pada anak – anak.

Salah satunya dengan menggelar Lomba Kreasi Media yaitu lomba membuat media kreatif dengan menggunakan kaleng Susu Steril Tujuh Kurma dan ini sebagai bentuk inisiasi yang dilakukan oleh Susu Steril Tujuh Kurma bersama HIMPAUDI Kota Bekasi dan Kota Bogor.

Melalui Lomba Kreasi Media, Susu Steril Tujuh Kurma sebagai brand yang memahami kebutuhan keluarga modern akan nutrisi dengan double manfaat susu steril dan buah kurma ingin memberi tantangan bagi komunitas pengajar untuk mengasah kreativitas menggunakan kaleng Susu Steril Tujuh Kurma sebagai media kreatif yang dapat memberikan manfaat positif bagi pengajar dan juga keluarga.

“Kami menyadari perlunya mengadakan kegiatan edukasi secara positif yang dapat meningkatkan kreatifitas bagi para komunitas pengajar di Kota Bekasi dan Kota Bogor dalam mendampingi serta memberikan pembelajaran kepada anak dan orang tua secara daring di masa pandemi saat ini,” jelas Brand Manager Susu Steril Tujuh Kurma Kitto Kristanto.

Bagi para komunitas pengajar di Kota Bogor yang ingin berpartisipasi pada Lomba Kreasi Media ini segera mendaftarkan diri secara gratis mulai 30 Juni hingga 8 Juli 2021, sementara untuk Kota Bekasi pendaftaran dimulai  7 Juli hingga 14 Juli 2021.  Seluruh peserta dapat mengisi google form yang telah disediakan oleh pihak panitia, dan bentuk tim yang terdiri dari tiga orang yang akan berpartisipasi di dalam lomba tersebut.

Kemudian membuat kreasi media secara bebas menggunakan bahan dasar kaleng Susu Steril Tujuh Kurma. Unggah hasil kreasi media tersebut di akun Instagram, kemudian gunakan caption yang menarik dan menginspirasi lalu sertakan hashtag #KreasiKalengTujuhKurma #EnakDoubleManfaat #TujuhKurmaxHimpaudiBekasi atau #TujuhKurmaxHimpaudiBogor dan tak lupa untuk menandai akun Instagram Susu Steril Tujuh Kurma yaitu @tujuhkurma_id. Bagi para pemenang Lomba Kreasi Media ini akan mendapatkan hadiah senilai belasan juta rupiah.

Ketua HIMPAUDI Kota Bekasi Rusilowati Effendy mengatakan, bahwa di masa pandemi yang tak kunjung usai ini, semua pihak dituntut untuk terus beradaptasi dan berinovasi terlebih dalam menciptakan kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak.

“Lomba Kreasi Media yang merupakan hasil kerjasama dengan Susu Steril Tujuh Kurma dapat menjadi bukti bahwa pandemi tak menghalangi kami untuk bisa mengasah kreatifitas dengan membuat sebuah karya yang bermanfaat. Selain itu lomba ini dapat menjadi alternatif kegiatan “Quality Time” bersama komunitas pengajar maupun keluarga masing-masing,” ujarnya.

Bentuk dukungan serupa juga diutarakan oleh Ketua Himpaudi Kota Bogor Srie Harmiasih. Ia menyatakan bahwa Lomba Kreasi Media bersama Susu Steril Tujuh Kurma ini mampu memberikan edukasi yang positif terutama bagi anak-anak didik HIMPAUDI.

“Lomba ini juga dapat menjadi sebuah langkah baik untuk memotivasi para guru atau pengajar dalam memberikan pembelajaran kepada anak didik yang lebih efektif dan tidak membuat anak menjadi jenuh walaupun masih belajar secara daring di rumah,” ujarnya. (oke)

Related Articles

Back to top button