Partai Ummat Ajak Nobar Film G-30 S/PKI

Sekretaris DPD PU Kota Bekasi, Jon Edy
Sekretaris DPD PU Kota Bekasi, Jon Edy

RADARBEKASI.ID, BEKASI – DPD Partai Ummat (PU) Kota Bekasi berencana menggelar nonton bareng Film G-30 S/PKI di kantornya, di Perumahan Pondok Hijau Blok K-1, No 8, Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi, pada Kamis (30/9) besok.

Sekretaris DPD PU Kota Bekasi, Jon Edy saat dikonfirmasi menyebut, Partai Ummat Kota Bekasi ingin terus menyadarkan kembali kepada bangsa dan juga rakyat Indonesia, bahwa komunis tetap masih jadi bahaya laten yang harus selalu diwaspadai, dan ditangkal keberadaannya di Indonesia agar tidak bangkit kembali.


“Jadi, nonton bareng ini untuk menanamkan pendidikan dan pemahaman kepada kita kader partai ummat juga untuk mengetahui sejarah bangsa, siapa yang sebenarnya itu penghianat bagi bangsa Indonesia. Dan PKI lah yang merongrong keutuhan NKRI,” kata Jon Edy, Selasa (28/9).

Menurut mantan Bapilu PAN Kota Bekasi ini, PU sebagai partai yang berideologikan Islam tentu merupakan salah satu di antara elemen masyarakat yang menentang kemunculan kembali Partai Komunis, baik pahamnya atau Partai Komunis gaya baru di Indonesia. Hal itu, lantaran Partai Komunis sudah dilarang karena bertentangan dengan ideologi bangsa ini.


“Pancasila sebagai dasar negara, sementara PKI identik dengan atheis atau tak mengakui adanya tuhan. Bahkan, sering mengabaikan prinsip-prinsip demokrasi dan hak-hak asasi manusia, serta memasung juga kebebasan berpendapat dan semangat bermusyawarah untuk mufakat,” ungkapnya.

Edy menegaskan, kegiatan nobar ini dipandang perlu dilakukan khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa Indonesia, termasuk di Kota Bekasi supaya mengetahui sejarah kebiadaban yang telah dilakukan Partai oleh PKI

“Partai Ummat berkomitmen untuk menjaga kedaulatan negara dan berjuang untuk hal-hal yang berkaitan dengan kemaslahatan bangsa dan negara dengan mengedepankan kepentingan rakyat, bangsa dan negara yang harus diatas kepentingan apapun,” tegasnya.

“Semoga setelah menonton film ini kita-kita tak mudah terpengaruh dengan tipu daya kelompok-kelompok yang terus mencoba memutar balikkan sejarah yang bertujuan ingin memecah belah keutuhan NKRI yang kita cintai ini,” tutupnya. (mhf)