Tiket Mudik Mulai Diburu

ILUSTRASI: Sejumlah penumpang ketika mengangkat barang bawaannya di Terminal Induk Kota Bekasi. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Diperbolehkannya mudik lebaran tahun 2022 dengan sejumlah syarat di tengah Pandemi Covid-19, mendorong warga untuk mulai berburu tiket jauh-jauh hari.

Mengantisipasi lonjakan harga hingga khawatir kehabisan tiket menjadi alasan pemudik memburu tiket lebih awal.


Ayub Kurnia Putra (25) salah satunya, warga yang akan mudik ke  Magelang ini sudah membeli tiket untuk pulang ke kampung halamannya.  Ia memilih membeli tiket di awal mengantisipasi tiket habis dan naiknya harga mendekati lebaran.

Untuk harga tiket bus Bekasi – Magelang diakuinya sudah ada kenaikan. Ayub membeli dengan harga Rp 175 ribu dari harga sebelum pandemi Rp 120 ribu.


“Saya beli Rp 175 ribu, kalau tahun 2019 lalu masih di harga Rp 120 ribuan kalau gak salah,” tutur Ayub yang membeli tiket di salah satu agen bus Terminal Induk Kota Bekasi.

Hal senada juga diungkapkan Arif Susanto (45), ia juga memilih berburu tiket di awal untuk tujuan mudik ke Semarang.  Tiket Bekasi – Semarang  didapatnya dengan harga Rp 180 ribu dari harga sebelum Pandemi Rp 135 ribu.

“Kenapa beli sekarang saya antisipasi aja takut habis, masa saya gak pulang (mudik) lagi. Harga tiket masih sama kaya tahun lalu (2021) Rp 180 ribu sebelum pandemi mah cuma Rp 135 ribu,” ucap Susanto.

Sementara, Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan mengatakan, saat ini para operator bus sudah mulai melakukan penjualan tiket untuk angkutan lebaran 2022.

“Di beberapa agen sudah mulai membuka penjualan tiket dengan sistem Pre Order (PO),” ujar Lesani saat dihubungi, Selasa (29/3).

Data saat ini untuk keberangkatan H-10 lebaran tiket yang terjual sudah mencapai 40 persen, adapun keberangkatan H-4 penjualan tiket sudah mencapai 60 persen.

Selain itu untuk angkutan lebaran 2022 , sebanyak  70 persen armada disiapkan dan IPOMI mengusahakan mencapai 100 persen.

“Jadi kita sejauh ini cukup optimis bisa lebih banyak dari kondisi sebelumnya, menjelang 2022 kita sudah siap 70 persen namun Insya Allah bisa kembali lagi 100 persen. Adapun kebijakan pemerintah menurut kami sudah terukur dan bisa dipantau oleh pemerintah,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan armada yang diturunkan tahun 2020 memang mengalami penurunan hingga 90 persen, tahun 2021 mencapai 40 hingga 50 persen. Namun tahun ini pihaknya mengaku ada kemungkinan peningkatan penggunaan armada hingga 70 persen.

Lanjut Lesani, untuk lonjakan penumpang mudik tahun 2022 ini diprediksi  tidak akan mengalami peningkatan yang signifikan. Ia pun memprediksi lonjakan penumpang mencapai 60 persen.

“Untuk membludak tidak si, menurut saya tidak akan membludak seperti 2018 dulu, karena kan transportasi pribadi sudah banyak juga, untuk lonjakan penumpang waktu mudik menurut saya semoga tidak terjadi, dan menurut saya lonjakan nya bisa mencapai 60 persen,” jelasnya.

Pihaknya mengklaim kenaikan harga tiket mudik lebaran tahun 2022 tidak akan tinggi jika pembatasan kapasitas penumpang tak diberlakukan.

“Gini loh, dari tahun 2021 ada pembatasan kapasitas otomatiskan kita kompensasikan, jadi Insya Allah tahun ini karena tidak ada pembatasan kapasitas, saya mencermati untuk perihal harga paling 40 persen dari harga normalnya,” pungkasnya.(cr1).