Operasi Diperpanjang, Pengungsi Boleh Pulang

ILUSTRASI - Warga menyelamatkan barang yang tersisa akibat gempa di Desa Benjot, Cugenang, Cianjur, Jawa Barat. Bupati Cianjur menghimbau pengungsi boleh pulang yang rumahnya mengalami kerusakan ringan. (Salman Toyibi/ Jawa Pos )

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Operasi pencarian korban gempa Cianjur, Jawa Barat diperpanjang selama tiga hari kedepan hingga 30 November. Demikian ditegaskan Koordinator Misi Pencarian Badan SAR Nasional (Basarnas)

Jumaril melalui keterangan tertulis di Cianjur, Jawa Barat, Senin.


“Hari ini tim masih melaksanakan pencarian terhadap 11 korban dengan tiga worksite (lokasi kerja) seperti hari sebelumnya,” kata Jumaril.

Jumaril menjelaskan lokasi pertama di Warung Sate Sinta melibatkan 176 personel, lima regu anjing pelacak, dan empat personel pendeteksi kehidupan (life detector).Kemudian lokasi kedua di Desa Cijedil RT03/RW01 Kecamatan Cugenang dengan 134 personel, empat tim anjing pelacak, dan empat personel life detector.Lokasi ketiga di Kampung Cicadas Desa Cijedil Kecamatan Cugenang dengan 62 personel, dua tim anjing pelacak, dan empat personel life detector.


Selain kegiatan pencarian dan pertolongan, tim Basarnas menyalurkan bantuan logistik berupa terpal, paket kebutuhan keluarga termasuk kebutuhan balita, beras, dan air mineral.

Berdasarkan informasi selama delapan hari setelah gempa, Basarnas mencatat korban yakni 703 orang luka, 73.693 orang mengungsi, 321 orang meninggal dunia, dan 11 orang dalam pencarian.

Sementara itu, Bupati Cianjur Herman Suherman mengimbau warga yang berada di posko-posko pengungsian sudah bisa kembali ke rumah masing-masing. Dengan catatan rumah yang kerusakannya ringan dan tidak berubah struktur konstruksinya.

“Warga sudah bisa pulang ke rumah karena berdasarkan investigasi pihak BMKG gempa susulan sudah melandai sehingga bagi rumahnya yang rusak ringan sudah bisa ditempati,” ujar Herman dalam konferensi press yang digelar di Pendopo Kabupaten Cianjur, Senin (28/11).

Menurut Herman, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan intensitas gempa susulan sudah berkurang dan cukup landai. “Untuk kenyamanan, warga sudah bisa kembali ke rumah. Namun, tetap harus waspada,” kata Herman.

Herman pun menyarankan agar warga menata rumahnya dengan membuat jalur evakuasi sehingga memudahkan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Sebaiknya perabotan rumah ditata agar tidak menghalangi jalur evakuasi ke luar rumah jika sewaktu-waktu terjadi gempa susulan,” tutur Herman.

Terpisah, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, memberikan simulasi sederhana bagi warga untuk mendeteksi jika terjadi gempa susulan.

Menurut Muhari, warga jangan terlalu bergantung pada teknologi untuk mengecek terjadinya gempa, seperti informasi BMKG di aplikasi atau media sosial. “Cukup kita pasang kaleng, disusun tidak simetris ke atas dua atau tiga kaleng, isi dengan batu-batu kecil atau koin. Kalau ada gempa, kaleng tersebut jatuh, pasti terdengar berisik,” kata Muhari. (mif/net)