Perampok di Rumah Wali Kota Blitar Ditangkap, Begini Modal dan Bagi Hasilnya

RADARBEKASI.ID, SURABAYA – Pelaku perampokan di rumah dinas Wali Kota Blitar Santoso akhirnya ditangkap.

Jajaran Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur menangkap tiga dari lima pelaku perampokan di rumah dinas Wali Kita Blitar Santoso pada 12 Desember 2022.


7 fakta mengenai pelaku peristiwa perampokan yang menggemparkan warga Kota Blitar itu.

BACA JUGA: Otak Perampokan dan Pemerkosaan di Bintara Dibekuk Polisi


1. Inisial 3 Pelaku Perampokan

Tiga dari lima tersangka pelaku perampokan di rumah dinas Wali Kota Blitar yang sudah tertangkap, yakni NT (54) warga Kabupaten Lumajang, ASN (54) dari Bandar Lampung, dan AJ (58) asal Gresik.

Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Totok Suharyanto mengatakan penangkapan ketiga tersangka tersebut setelah 24 hari peristiwa perampokan itu terjadi.

2. Lokasi Penangkapan Pelaku Perampokan

NT ditangkap di salah satu penginapan di Kota Bandung, Jawa Barat, pada akhir pekan lalu

Setelah menangkap NT, polisi pun terus mengembangkan penyelidikan dan menangkap tersangka lainnya berinisial AJ (57) di salah satu SPBU di Jombang, Jawa Timur.

Pada hari berikutnya, polisi menangkap tersangka ketiga atas nama AS atau ASN di tempat indekos adiknya di Kota Medan, Sumatera Utara.

3. Identitas 2 Perampok yang Masuk DPO

Dua orang tersangka pelaku perampokan di rumah dinas Wali Kota Blitar yang masih buron, yakni atas nama Oki Supriadi dan Medi Afriant.

Totok mengatakan, pihaknya telah memasukan keduanya dalam daftar pencarian orang (DPO).

4. Otak Pelaku Perampokan

“Tersangka NT merupakan otak dari aksi pencurian itu. Dia yang mengakomodasi tersangka lain untuk ikut dalam aksi itu,” kata Kombes Totok saat konferensi pers di Markas Polda Jatim, Kamis (12/1/2023).

NT juga berperan menyiapkan sarana prasarana serta membeli satu buah mobil Innova seharga Rp100 juta untuk melancarkan aksi perampokan tersebut.

“Termasuk menyiapkan pelat nomor warna merah. Kemudian yang bersangkutan juga di CCTV kelihatan membuka pagar dan masuk pertama kali,” kata Totok.

Perencanaan perampokan dimulai sejak NT menjalani hukuman di Lapas Sragen.

Saat itu NT mengajak empat orang pelaku untuk melakukan perampokan di rumah dinas Wali Kota Blitar.

5. Peran Pelaku Inisial AJ

Pelaku AJ (57), yang ditangkap di salah satu SPBU di Jombang, Jawa Timur. Mengenakan batik saat beraksi.

“Yang bersangkutan diajak untuk melakukan pencurian dengan kekerasan itu oleh tersangka NT. Kalau di CCTV yang menggunakan batik yang disediakan oleh tersangka NT,” kata Kombes Totok.

Tersangka AJ berperan membangunkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja yang berjaga di pos keamanan rumah dinas sambil melakukan pengancaman, kemudian mengikat mereka.

6. Pembagian Hasil Perampokan

Kombes Totok menjelaskan, kelima tersangka pelaku perampokan tersebut berhasil membawa uang sebesar Rp730 juta milik Wali Kota Blitar, tiga jam tangan merek Guess, serta gelang 10 gram dan kalung 10 gram.

Dari curian tersebut, NT mendapatkan bagian sebesar Rp140 juta beserta tiga jam tangan.

Tersangka ASN mendapatkan bagian 125 juta dan gelang serta kalung seberat 10 gram.

Adapun tersangka AJ mendapatkan jatah Rp100 juta.

Barang bukti tersebut sudah disita polisi. “Termasuk barang bukti tiga senjata api dari saudara NT sudah kami sita,” ujar Kombes Totok.

7. Motif Perampok Menyasar Rumah Dinas Walikota Blitar

Kapolda Jatim Irjen Toni Hermanto menjelaskan untuk motif pelaku melakukan pencurian di rumdin Wali Kota Blitar masih terus digali.

Pasalnya, dua orang tersangka lainnya, yakni Oki Supriadi dan Medi Afrianto masih dalam pengejaran dan berstatus DPO.

“Proses ini tidak berhenti dan masih terus berkembang karena dua tersangka lain masih dalam pengejaran,” ucap Irjen Toni. (jpnn)