BEKACITIZENOpini

Pendidikan Penentu Perubahan Nasib Siswa

Oleh: Siti Halimah

Radarbekasi.id – Pendidikan adalah hal yang sangat dibutuhkan oleh semua kalangan terutama pada kalangan pelajar. Pembukaan UUD 1945 pada paragraf ke-4 mengamanatkan yang tujuannya mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain itu salah satu pasal dalam UUD 1945 memberikan pelayanan pendidikan kepada warga negara Indonesia. Sehingga Bangsa Indonesia yang berusia belajar wajib belajar sampai pada tingkat SMP. Melalui pendidikan pengetahuan dapat mereka terima yang diharapkan adalah hasilnya, yaitu bernilai baik dalam kognitif, afektif dan psikomotor.

Pemerintah memfasilitasi pendidikan sejak awal yaitu pendidikan usia dini TK atau RA dan seterusnya. SD dan SMP sudah bertahun-tahun digratiskan namun masih banyak yang putus sekolah SD. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya faktor ekonomi keluarga dan kurang kesadaran pada pentingnya pendidikan. Faktor ekonomi keluarga sangat berpengaruh pada mental anak. Ini ditunjukkan karena biaya hidup atau kebutuhan anak di luar batas kemampuan kepala keluarga. Selain itu kurangnya faktor pendukung pada pendidikan, seolah-olah orang tua tidak membutuhkan pendidikan. Sedangkan faktor terwujudnya keberhasilan pendidikan terdiri dari; faktor keluarga, faktor lingkungan, sekolah. Faktor keluarga: Keluarga merupakan penunjang utama dalam pendidikan mulai dari penerapan disiplin bangun tidur, cara belajar, memanfaatkan waktu di rumah, penumbuhan sikap positif pada berbagai hal. Untuk menumbuhkan perkembangannya anak perlu diajak diskusi, dipersilahkan mengeluarkan pendapat, mendapat kenyamanan dalam keluarga dan adanya hubungan yang harmonis di keluarga.

Faktor lingkungan: Lingkungan merupakan tempat bergaul anak dengan masyarakat. Pengaruh lingkungan melekat pada diri anak. Bila banyak mendengar dan melihat hal yang positif anak yang berusia 4-15 tahun akan menunjukkan hal yang positif. Contoh kalau anak melihat orang-orang di sekitarnya pelajar atau bersekolah anak akan terdorong untuk ingin sekolah. Jika yang didengar atau yang dilihatnya negatif maka anak usia 4- 15 tahun akan melakukan hal hal-hal yang negatif. Contoh bila di lingkungan sekitarnya banyak pengangguran dan pemabuk anak akan cenderung malas dan bila keluarga tidak bisa memperhatikannya akan terjerumus pada makanan haram atau hal yang memabukan. Hal ini dikhawatirkan oleh pemerintah dan orangtua.

Anak yang pernah mabuk otaknya akan terganggu dan bermasalah dalam kehidupan. Tantangan bagi anak yang pernah makan barang haram adalah gila atau mati. Itulah perlunya lingkungan yang baik untuk anak. Sekolah: Di sekolah siswa diarahkan unruk menimba ilmu melakukan hal-hal positif yang berguna bagi masa depannya. Ilmu yang didapat tentu sesuai dengan tingkatnya. Siswa menyerap bimbingan dari guru, menyerap ilmu dan sikap yang positif. Selain itu siswa dapat mengungkapkan idenya, mengungkapkan perasaannya. Ide yang diungkapakan oleh anak PAUD tentu berbeda dengan ide siswa SMA. Hal ini menunjukkan hasil pendidikan yang diterimanya dan pengaruh usia. Anak PAUD misalnya akan dikatakan berhasil bila ia mampu bergaul dengan teman seusianya. Siswa SMP, SMA dikatakan behasil pendidikan bila mencapai nilai 80 ke atas dan beretika baik atau sopan menurut aturan. Selain itu penentu keberhasilan peserta didik adalah guru. Guru merupakan faktor perubahan dalam pendidikan. Selain itu keberhasilaan pendidikan ditentukan oleh; minat belajar siswa, kesehatan siswa, biaya harus cukup. Minat Belajar Siswa: Siswa yang semangat dalam belajar akan mampu dan mau mempelajari materi yang diajarkan. Dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengerjakan tugasnya sebagai pelajar.

Selain itu siswa akan mempersiapkan dirinya sebelum belajar dengan cara mempelajari materi yang akan diajarkan. Kesehatan Siswa: Kesehatan menunjang pada proses pembelajaran. Anak yang sehat akan cepat dan tanggap dalam belajar. Bila disodorkan permasalahan akan cepat memecahkan masalahnya dan tepat. Pemerintah telah berusaha untuk menyehatkan masyarakat dengan cara, memberi kartu BPJS, atau pelayanan geratis berobat. Biaya Harus Cukup: Biaya berpengaruh pada keberhasilan pendidikan. Biaya hidup merupakan faktor utama dalam keberhasilan pendidikan. Di sisi lain pemerintah telah menggratiskan sekolah untuk SD sampai pada SMP.

Itulah ke-3 faktor menunjang keberhasilan dalam pendidikan. Tingkat pendikan dapat mempengaruhi keberhasilan dalam kehidupan bermasyarakat. Lulusan SD sama sekali tidak bisa bekerja pada perusahan ternama sekalipun di mool. Lulusan SMP dan SMA dihargai bisa bekerja pada industri. Walaupun sifatnya kontrak. Bila kontrak telah habis menganggurlah mereka. Mereka bisa bekerja lagi pada perusahaan yang sama bila melamar kembali pada perusahaan tersebut itu pun kalau masih dibutuhkan. Lulusan S1 bisa bekerja pada bidangnya masing-masing disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk ke pendidikan bisa mengajar di sekolah sesuai dengan jenjangnya. Untuk kesehatan bisa bekerja pada puskesmas atau klinik. Dapat juga membuka praktek bagi dokter dan bidan sesuai prosedur. Dari kewirausahaan bisa berwirausaha dan bisa membuka lapangan kerja. Hal-hal di atas menunjukkan bahwa pendidikan penentu perubahan nasib siswa di masa yang akan datang. (*)

Anggota KGPJB

Close