Pembelajaran Tatap Muka Berbahaya

Usup Supriatna
Usup Supriatna
Usup Supriatna
Usup Supriatna

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Rencana pembelajaran tatap muka pada 2021 di sekolah di Kabupaten Bekasi dinilai berbahaya. Karena sampai saat ini Kabupaten Bekasi masih masuk dalam zona merah atau daerah dengan resiko tinggi.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, Usup Supriatna mengatakan, saat ini Pemkab Bekasi harus mengupayakan agar wilayah setempat tak lagi masuk ke dalam zona merah dan menjadi zona hijau.


“Kalau menurut saya untuk Kabupaten Bekasi ini, pembelajaran tatap muka minimal jangan zona merah, tapi harus zona hijau. Upayakan bagaimana caranya zona hijau itu bisa tercapai di Kabupaten Bekasi,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Minggu (22/11).

Kata Usup, proses pembelajaran tatap muka di zona merah sangat berbahaya untuk anak-anak karena berpotensi menyebabkan sebaran Covid-19. “Kalau masih zona merah, melihat kondisi di lapangan, tidak memungkinkan untuk anak-anak kita melakukan pembelajaran tatap muka,” jelasnya.


Namun dia menegaskan, jika pada Januari 2021 mendatang Kabupaten Bekasi sudah menjadi zona hijau dalam penyebaran covid, penerapan protokol covid-19 tetap harus diutamakan.

“Walaupun zona hijau, protokol kesehatan harus diutamakan. Minimal, jumlah siswa setiap kelasnya harus dikurangi, yang tadinya 30, sekarang 15 siswa,” tuturnya.(pra)