Jalankan Program yang Selaras untuk Kemajuan Pendidikan

Widiningsih, Ketua MGMP Sosiologi SMA Kota Bekasi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi SMA Kota Bekasi di bawah kepemimpinan Widiningsih berusaha menjalankan program yang selaras untuk kemajuan pendidikan.

One Week One Juz (OWOJ) menjadi program pertama yang wajib dijalankan oleh seluruh anggota. Program yang dimulai pada awal 2021 ini diyakini dapat mempererat tali silaturahmi, memperkuat keimanan, menstabilkan semangat dan meningkatkan semangat juang sebagai seorang pendidik.


Ketua MGMP Sosiologi SMA Kota Bekasi Widiningsih mengungkapkan, program OWOJ selaras dengan cara kerja MGMP Sosiologi. Yaitu menjalin kedekatan antar sesama anggota dengan cara berbagai tugas secara komitmen dan penuh rasa keikhlasan.

Dengan demikian, kerja tim untuk menjalankan tugas akan terbangun dan berbagai program yang sudah direncanakan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan yang sudah diagendakan.


“Saya yakin bahwa sebuah organisasi dapat berjalan dengan baik jika kita dapat menjalin kedekatan antar sesama anggota, salah satunya dibuktikan dengan beberapa program yang mendorong cara kerja kami di MGMP Sosiologi ini,” ungkapnya kepada Radar Bekasi, Sabtu (25/12).

Ia menjelaskan, program OWOJ yang diyakini dapat meningkatkan semangat juang sebagai seorang pendidik dapat dibuktikan dari tujuh tips yang dimiliki oleh para guru sosiologi dalam menjalankan program pembelajaran di kelas. Yaitu, membuat pembelajaran berbasis proyek, mengalokasikan waktu yang lebih banyak bagi siswa yang tertinggal, fokus terhadap waktu yang paling penting, interaksi dengan sesama guru, tidak disarankan untuk stress, mencoba membagi kelompok belajar menjadi kelompok kecil dan bersenang-senang.

“Melalui program yang saat ini baru kami jalankan terciptalah sebuah tips pembelajaran di kelas. Karena kadang guru itu kehabisan tips dan trik bagaimana menciptakan sebuah pembelajaran yang baik di dalam kelas dan alhamdulillah melalui tips yang kami jalankan saat ini proses pembelajaran di dalam kelas dari masing-masing guru dapat berjalan dengan baik,” tuturnya.

Selain itu berbagai kajian yang diselenggarakan oleh MGMP Sosiologi juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan guru. Salah satunya melalui kajian survey lingkungan belajar bagi guru yang merupakan bagian dari asesmen nasional bagi seluruh guru di Indonesia.

Tentu dengan adanya berbagai kajian dan pelatihan guru dapat melaksanakan perbaikan pembelajaran melalui inovasi pembelajaran berbasi kontekstual, kecakapan abad 21, dan penguatan karakter.

“Ini merupakan bagian dari istiqomah kami sebagai seorang pendidik, yaitu bagaimana setiap program yang kami jalankan dapat selaras dengan kemajuan pendidikan yang ada di Indonesia khususnya bagi Kota Bekasi. Kami akan terus upayakan yang terbaik untuk kemajuan pendidikan dan itu semua dapat dimulai dari para guru-gurunya,” paparnya.

MGMP Sosiologi menyadari bahwa di masa pandemi ini perkembangan teknologi sangat berpengaruh sekali dengan dunia pendidikan. Sehingga guru harus dapat beradaptasi dengan cepat demi keberlangsungan pendidikan yang lebih baik.

Cinta Dunia Pendidikan

Di luar dari aktivitasnya sebagai guru, Widiningsih tetap memilih untuk aktif dalam kegiatan yang juga memiliki pengaruh terhadap kemajuan pendidikan.

Baginya, semangat untuk memajukan dunia pendidikan dilakukan sesuai dengan kata hatinya. Ia sangat ingin kehadirannya dapat berpengaruh baik untuk keberlangsungan dunia pendidikan yang lebih baik lagi.

Sebab menurutnya pendidikan adalah hal yang paling penting untuk tetap diutamakan dan diperjuangkan. Selain sebagai pendiri sekaligus dewan pembina Yayasan Rumah Kerja Pancasila, dirinya merupakan pendiri SMPIT Alhilman Perumnas 3 Bekasi. Aktifitas ini lah yang membuat dirinya semakin hari semakin cinta kepada dunia pendidikan.

“Tidak tahu kenapa saya memang secinta itu kepada dunia pendidikan, saya ingin dengan kemajuan pendidikan yang ada saat ini, saya bisa menjadi salah satu bagian yang ikut berperan. Sampai-sampai saya memutuskan untuk mendirikan sebuah sekolah, karena memang saya secinta itu sama dunia pendidikan,” tuturnya.

Menjadi tugasnya sebagai dewan pembina Yayasan Rumah Kerja Pancasila untuk turut mencerdaskan kehidupan bangsa, memperkuat kebangsaan dan menjaga implementasi nilai-nilai pancasila di dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Meskipun tugas yang diemban cukup berat, namun hal ini justru membuatnya lebih senang dan memiliki motivasi setiap harinya.

“Ketika saya menjalankan suatu aktivitas yang saya gemari, saya tidak pernah membuat itu sebagai beban. Justru saya memiliki motivasi setiap hari ketika saya bangun dan memulai aktivitas sehari-hari,” jelasnya.

Dirinya selalu ingin pendidikan Indonesia selalu setara dengan tuntutan zaman, sehingga tidak terjadi kesenjangan pendidikan di Indonesia. Itu sebabnya ia selalu ikhlas jika menjalankan amanat sebagai seorang pendidik. (dew)

BIODATA

Widiningsih

Lahir: Banyumas, 24 November 1962

Riwayat Pendidikan:

  • SDN I Kedung Uter Banyumas (1976)
  • SMPN 1 Banyumas (1980)
  • SPGN Purwokerto (1983)
  • D1 Pendidikan Moral Pancasila Universitas Putra Indonesia Jakarta (1984)
  • S1 Filsafat dan Sosiologi Pendidikan IKIP Muhammadiyah Jakarta (1988)
  • S2 Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (2004)
  • S3 Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (2011)