Seluruh Santri Pulang Kampung

BERAKTIVITAS: Sejumlah santri mengaji kitab kuning di Ponpes Al-Qur’an Fathimiyah Kelurahan Jatiranggon Kecamatan Jatisampurna Kota Bekasi, belum lama ini. Seluruh santri yang sedang menimba ilmu di ponpes wilayah Kota Bekasi diprediksi pulang ke kampung halaman pada momen libur Lebaran 2022. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Seluruh santri yang sedang menimba ilmu di pondok pesantren (ponpes) wilayah Kota Bekasi diprediksi pulang ke kampung halaman pada momen libur Lebaran 2022. Terlebih, pemerintah sudah mengizinkan mudik bagi masyarakat tahun ini.

Libur momen Idulfitri 1443 Hijriah akan dimulai pada 25 atau 26 April 2022. Santri akan kembali memulai aktivitas seperti biasa di pondok pada 15 Mei 2022.


“Kita berikan waktu yang cukup panjang untuk para santri pulang, karena memang sebelumnya di dua tahun terakhir ini ada beberapa santri yang tidak pulang karena Covid-19 sedang tinggi-tingginya,” ujar Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah Nurul Ummah Ismail Anwar kepada Radar Bekasi, Selasa (19/4).

Menurutnya, momentum Idulfitri pada tahun ini bisa dimanfaatkan oleh para santri untuk beristirahat sekaligus berkumpul bersama dengan keluarga di kampung halaman.


“Ini momentumnya pas, karena pemerintah juga sudah mengizinkan masyarakat untuk mudik. Jadi santri bisa istirahat yang cukup panjang karena santri akan kembali masuk pada 15 Mei nanti,” katanya.

Selama di kampung halaman, pimpinan pondok pesantren meminta agar santri tidak melakukan aktivitas berlebihan yang dapat memicu penyebaran Covid-19.

“Kami akan memberikan surat edaran secara resmi kepada orangtua santri, agar tidak melakukan aktivitas yang berlebih ketika berada di luar. Karena prokes tetap harus dijaga,” tuturnya.

Hal senada dikatakan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Qur’an Fathimiyah Mulyadi Efendi. Ia mengungkapkan, sebagian besar santrinya memilih untuk pulang ke kampung halamannya masing-masing pada momen Lebaran tahun ini.

“Semua santri pulang karena momen Lebaran dan pemerintah juga sudah mengizinkan kegiatan mudik Lebaran,” katanya.

Pada momen libur Lebaran tahun lalu, beberapa santri memilih tetap berada di ponpes karena khawatir dengan penyebaran Covid-19. “Tahun-tahun kemarin ada beberapa santri yang memilih stay, karena takut jika pulang nanti akan sakit atau tertular virus Covid-19. Tapi untuk tahun ini sepertinya tidak, karena semua santri sudah divaksin juga,” ucapnya.

Mulyadi juga meminta para santri untuk tetap menjaga kesehatan ketika berada di kampung halaman. “Kita minta santri untuk tetap jaga kesehatan, jangan sampai ketika sudah waktunya kembali ke pondok santri malah sakit,” ucapnya.

Aturan harus membawa surat keterangan sehat dari tempat asalnya saat santri kembali ke ponpes tak diberlakukan pada tahun ini. Sebab seluruh santri sudah mengikuti vaksinasi.

“Untuk lampiran surat keterangan kami tidak meminta lagi, karena ketika santri disini mereka sudah kami pastikan mengikuti vaksinasi semua,” pungkasnya. (dew)